Warga Kota Semarang Ini Dituntut 7 Tahun Penjara Atas Kasus Narkotika

oleh -
ilustrasi.(ist)

SEMARANG, Kontenjateng.com – Terdakwa kasus narkotika, Suparti, warga Kota Semarang, harap-harap cemas. Nasibnya menunggu putusan majelis hakim yang akan dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, pada pekan depan.

Dalam sidang tuntutannya, jaksa Kejari Kota Semarang, Zahri Aeniwati, telah menuntutnya pidana penjara selama 7 tahun atas kasus narkotika yang menyeretnya.

Jaksa menilai, Suparti terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan primair Pasal 132 Ayat (1) Jo Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menuntut, majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 7 tahun penjara,” kata jaksa Zahri Aeniwati, dalam tuntutannya, Kamis (3/9/2020).

Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 1 miliar.

“Jika denda tak dibayar, maka diganti pidana penjara selama 4 bulan,” tambahnya.

Atas tuntutan tersebut, penasehat hukum terdakwa meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara yang seringan-ringannya. Alasannya, terdakwa hanya merupakan perantara saja dan belum menikmatinya.

Sebagaimana dakwaan jaksa, kasus bermula pada 11 Februari 2020 pukul 17.30 WIB. Saat itu, terdakwa datang ke rumah Desi Kiswantoro alias Wahyu (penuntutannya dilakukan secara terpisah) yang beralamat di Srondol kulon, Banyumanik, Kota Semarang.

Saat itu terdakwa diajak Desi untuk mengambil sabu di daerah Pudak Payung, Semarang. Atas ajakan tersebut, terdakwa akan diberi sabu untuk dikonsumsi secara gratis. Terdakwa memboncengkan Desi.

Pada pukul 19.30 WIB, Desi mengambil sabu yang berada di bawah asbes di pinggir jalan Perintis Kemerdekaan Gang Muteran III RT 002 RW 003 Pudak Payung.

Barang tersebut diletakkan dalan bekas bungkus rokok. Sabu tersebut rencananya akan dikirim ke daerah Kaligawe yang akan diserahkan pada Arif (DPO). (zc/kj)