Universitas Wahid Hasyim Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur KIP Kuliah Mulai 24 Mei

oleh -
Rektor Unwahas, Prof Mudzakkir Ali, menyampaikan sambutan dalam temu media di kantornya.

Kontenjateng.com – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang secara resmi membuka jalur pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022.

Salah satu Perguruan Tinggi swasta dengan kuota KIP Kuliah terbanyak di Jawa Tengah ini, telah menyiapkan dengan baik pedoman pendaftaran yang dapat diakses di web resmi PMB Unwahas www.pmb.unwahas.ac.id.

“Pendaftaran secara online akan kami mulai pada 24 Mei 2021 mendatang,” kata Rektor Unwahas, Prof. Dr. Mudzakkir Ali, MA, Selasa (11/5/2021).

Prof Mudzakkir menyampaikan, terdapat 11 program studi (Prodi) yang menerima mahasiswa baru jalur KIP Kuliah, yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Islam.

Kemudian Prodi Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Agribisnis, Hukum, dan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).

“Ada yang istimewa di KIP Kuliah tahun ini, yaitu penerimaan dana living cost mahasiswa yang sebelumnya Rp 700 ribu tiap bulannya, sekarang naik menjadi Rp 1,4 juta tiap bulannya, atau naik 100% khusus PTS di wilayah Ibu Kota Provinsi,” ujar Prof Mudzakkir.

Penerimaan mahasiswa baru gelombang I di Unwahas Semarang akan ditutup pada 31 Mei 2021 mendatang. Prof Mudzakkir mengingatkan kepada semua pendaftar yang belum menyelesaikan sampai dengan tahap registrasi supaya segera menyelesaikan menyesuaikan batas akhir gelombang I.

“Kendati demikian, jumlah pendaftar sampai dengan saat ini meningkat lebih baik daripada tahun sebelumnya dengan kondisi di masa pandemi,” paparnya.

Tidak hanya menerima mahasiswa baru dengan jalur bantuan Pemerintah, beasiswa, dan reguler saja, pada tahun ini Unwahas kembali menerima mahasiswa baru dari luar negeri, yaitu dari Afghanistan sebanyak 15 mahasiswa untuk S1 dan 2 mahasiswa S2.

“Karena Unwahas sudah ada konsentrasi Islam Nusantara, mereka ingin mempelajarinya. Ternyata Islam Nusantara ini menarik bagi negara lain,” tuturnya. (Auf/Kj)

No More Posts Available.

No more pages to load.