Tiga Tersangka Kasus Penyimpangan Pengelolaan Dana Nasabah BPR Bank Salatiga Ditahan Kejaksaan Tinggi

oleh -
Kajati Jateng, Priyanto, didampingi Aspidsus Sumurung P Simaremare dan Asintel Emilwan Ridwan, memberikan keterangan terkait penahanan tersangka kasus dugaan penyimpangan pengelolaan dana nasabah BPR Bank Salatiga, Senin (24/5/2021). (*Ist

Kontenjateng.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menahan tiga tersangka kasus dugaan penyimpangan pengelolaan dana nasabah BPR Bank Salatiga senilai Rp 24,07 miliar. Ketiganya yaitu Dwi Widiyanto, Triandari Retnoadi dan Sunarti.

Kepala Kejati Jawa Tengah, Priyanto mengatakan, penahanan ketiga tersangka dilakukan seiring peningkatan status penanganan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Dari bukti-bukti yang ada, kami melakukan peningkatan di tingkat penyidikan. Dan hari ini kami lakukan penahanan,” katanya, di dampingi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Sumurung P Simaremare, dan Asisten Intelijen (Asintel), Emilwan Ridwan, Senin (24/5/2021).

Priyanto mengungkapkan, para tersangka dalam kasus ini, Dwi Widiyanto dan Triandari Retnoadi merupakan mantan direktur BPR. Sementara tersangka Sunarti, sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Kredit BPR.

Terkait penahanan, Priyanto menuturkan, dilakukan karena beberapa alasan. Yaitu agar tersangka tidak melarikan diri, mengulangi perbuatan atau merusak barang bukti.

“Penetapan penahanan tiga tersangka ini sudah dari seminggu yang lalu, namun baru sekarang dilakukan,” paparnya.

Pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh Kejari Salatiga. Penyimpangan dana nasabah BPR Salatiga diduga berlangsung selama 2008 hingga 2018.

Pada kurun waktu tersebut, terdapat penerimaan dan penarikan dana nasabah di luar sistem perbankan BPR Salatiga. Aksi tiga tersangka tersebut mengakibatkan terjadinya selisih saldo simpanan pada 28 nasabah dengan total kerugian Rp 24,07 miliar.

“Kami telah amankan melalui asset tracing beberapa aset, seperti sertifikat tanah dan kendaraan, kami amankan untuk pemulihan ekonomi,” tambahnya.

Saat ini tiga tersangka tersebut dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Semarang. Dalam waktu dekat, Kejati Jawa Tengah akan segera melakukan pemberkasan dan melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor Semarang. (Auf/Kj)