Tiga Anggota Pemuda Pancasila Kota Semarang Divonis 6 Bulan Penjara Atas Kasus Pengeroyokan

oleh -
Kuasa Hukum Terdakwa.(ist)

SEMARANG, Kontenjateng.com – Tiga anggota Pemuda Pancasila Kota Semarang divonis 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang dalam sidang yang digelar Selasa (15/9/2020).

Ketiganya yaitu Muh Abdul Ajis, Dinar Teguh Prabowo dan Eko Riyadi. Ketiganya dinyatakan bersalah atas kasus pengeroyokan Rio Saputra, warga Jalan Suhada Barat II, RT 1 RW 7, Kelurahan Tlogo Kulon, Pedurungan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa masing-masing selama 6 bulan penjara. Pidana yang dijatuhkan dikurangkan dengan lamanya terdakwa menjalani tahanan,” kata hakim Rohmat, dalam amar putusannya.

Hakim menyatakan, ketiganya terbukti melakukan tindak pidana kekerasan terhadap orang atau suatu barang sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan pertama yaitu Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim sebenarnya lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Kota Semarang. Sebelumnya, JPU Kota Semarang, Noviati Djamiah menuntit ketiganya dijatuhi hukuman 9 bulan penjara.

“Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada masing-masing selama 9 bulan dikurangi lamanya para terdakwa berada dalam tahanan,” kata jaksa Noviati, dalam sidang tuntutan.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan, ia berpendapat, tidak terdapat keadaan yang menghapuskan sifat melawan hukum dari para terdakwa karena adanya alasan pembenar maupun alasan pemaaf sehingga sudah sepantasnya terdakwa mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukan.

Sehingga dalam tuntutannya, ia mempertimbangkan hal yang memberatkan para terdakwa. Yaitu perbuatan para terdakwa menyebabkan korban Rio Saputra luka dan rumahnya rusak. Dan

perbuatan para terdakwa membuat trauma ibu dan adik korban.

“Hal-hal yang meringankan yaitu terdakwa berterus terang dan tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Terdakwa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” ucapnya.

Perlu diketahui, kasus pengeroyokan dan perusakan tersebut terjadi pada 25 April 2020, sekitar pukul 21.30 WIB. Ketiga terdakwa bersama terdakwa lain yaitu Siswanto, Bernardo Budi Prasojo, Fredi Prasetyo, Dian Buntoro, Paninton Nainggolan, Henri Kurniawan, Petrus Prastiyo, dan Lana (berkas terpisah), mendatangi rumah korban.

Kasus bermula dari saling ejek antara korban dengan terdakwa Siswanto melalui pesan whatsapp (WA). Saling ejek tersebut kemudian berlanjut pertengkaran karena terdakwa Siswanto menghina ibu kandung korban.

Korban kemudian membalas dengan mengirim pesan suara yang isinya menjelek-jelekkan ormas Pemuda Pancasila. Pesan suara tersebut diketahui terdakwa lainnya dan dikirim ke grup WA Pemuda Pancasila.

Karena tersinggung, terdakwa Henri, Petrus dan Dian Buntoro meminta anggota ormas Pemuda Pancasila untuk mencari keberadaan Rio Saputra (korban) untuk menyelesaikan masalah.

Setelah diketahui, para terdakwa kemudian mendatangi rumah korban di Jalan Suhada Barat II, RT 1 RW 7, Kelurahan Tlogo Kulon, Pedurungan, Kota Semarang. Saat itu, terjadi perdamaian dan permintaan maaf dari korban yang disaksikan ketua RT setempat.

Namun saat para terdakwa hendak meninggalkan rumah korban, kata jaksa, terdakwa Abdul Ajis tiba-tiba kembali masuk rumah korban dan terjadi cekcok.

Terdakwa Abdul Ajis dikatakan belum puas dengan penyelesaian permasalahan tersebut. Kemudian terjadi pemukulan yang dilakukan terdakwa Abdul Ajis dan mengenai badan korban sebanyak satu kali.

Terdakwa lainnya kemudian ikut melakukan pemukulan kepada korban dan beberapa lainnya hanya merusak bagian rumah korban untuk menakut-nakuti korban. Yang mana satu orang terdakwa ada yang menembakkan senjata jenis soft gun ke arah samping rumah.

Setelah puas melampiaskan amarah, para terdakwa membubarkan diri dan meninggalkan rumah korban. Warga setempat tidak berani melerai peristiwa tersebut karena para pelaku atau terdakwa berjumlah banyak dan ada yang membawa senjata api jenis soft gun. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. (zc/kj)