Temukan Keanehan Dalam Persidangan, Tim Kuasa Hukum Perkara Kepailitan Minta Penundaan Tahapan

oleh -
Tim kuasa hukum termohon pailit, Agus Wijayanto (kanan) dan Hanitiyo Satria Putra (kiri) saat mengadakan sesi tanya jawab dengan awak media terkati hasil rapat kreditur di PN Semarang. (kj)

SEMARANG, Kontenjateng.com – Kuasa hukum termohon pailit perkara 32/Pdt. Sus-Pailit/2020/pn.smg, Agus Wijayanto menyampaikan keberatan dalam sidang rapat kreditur, Senin (29/3). Hal ini dikarenakan hakim pengawas dan kreditur menggunakan pijakan putusan yang berbeda.

Ia menjelaskan, dalam proses perkaranya, terdapat tiga putusan. Hakim pengawas yaitu Betsy Siske Manoe menggunakan putusan ketiga, dimana salinan tersebut belum diterima oleh tim kuasa hukum termohon pailit. Sementara, tim kurator menggunakan putusan yang dilayangkan 16 Februari lalu.

“Ini kan sangat lucu, pijakan yang dipakai dalam melaksanakan tahapan kepailitan berbeda,” ujarnya saat ditemui usai sidang.

Demi kepastian hukum, pihaknya meminta pada hakim pengawas untuk menunda tahapan sebelum ada kepastian pijakan putusan yang digunakan. Hal ini untuk meminimalisir perkara yang akan timbul selanjutnya. Sebab, pihaknya masih mengajukan upaya kasasi di Mahkamah Agung (MA).

“Pastinya jika ada kesalahan, klien kami akan melakukan upaya hukum dari perbuatan tersebut,” tegasnya.