Sambut Investasi, Pansus DPRD Jawa Tengah Sambut Rencana Revisi RPJMD 2018-2023

oleh -
Wakil Ketua Panitia Khusus Revisi RPJMD Jawa Tengah, Hadi Santoso.

Kontenjateng.com – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah melakukan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, guna menyambut besarnya Investasi di Jawa Tengah.

Geliat Investasi pasca pandemi, tercatat mencapai lebih dari lebih dari Rp 150 triliun yang terdiri dari Perusahaan Modal Asing maupun Perusahaan Modal Dalam Negeri yang tersebar di Jawa Tengah khususnya di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) maupun Kawasan Industri Kendal (KIK).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Panitia Khusus Revisi RPJMD Jawa Tengah, Hadi Santoso, usai melakukan pembahasan revisi RPJMD Jawa Tengah.

“Kita menyambut baik besarnya Investasi di Jawa Tengah, sugeng rawuh para investor, Pemda bersama DPRD sedang melakukan perubahan RPJMD guna mensinergiskan semua kebutuhan pembangunan di Jawa Tengah,” katanya, kemarin.

Menurut Politisi PKS tersebut, dampak dari Peraturan Presiden 79/2019 tentang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Peraturan Presiden No 109/2020 tentang Proyek Strategis Nasional, yang berakibat lahirnya Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Brebes, KSPN Borobudur dan Kawasan Industri Terpadu Batang harus diikuti dengan penyesuaian kebijakan Infsatruktur pendukung, penyiapan dan rehabilitasi lahan serta dukungan pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.

“Kebangkitan ekonomi pasca pandemi di depan mata, segala aturan pendukung harus segera disiapkan, jangan sampai regulasi menjadi penghambat, dan juga jangan sampai masyarakat lokal menjadi penonton,” ujarnya.

Hadi menjelaskan bahwa revisi Perda 5 tahun 2018 tentu juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat pasca Covid-19 ini yang menyebabkan kenaikan kemiskinan sebsar 11,9%, pertumbuhan ekonomi minus 0,8%, pengangguran terbuka sebesar 5,67%, dan lebih dari 65 ribu pekerja terdampak baik di-PHK ataupun dirumahkan.

“Di satu sisi kondisi pasca pandemi perlu perhatian, di sisi lain optimisme kebangkitan ekonomi terlihat jelas. Revisi RPJMD ini harus membawa aura optimis, karena optimis dalam memprediksi bagian dari doa,” tutur Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng itu.

Hadi memberikan gambaran revisi yang akan dilakukan selain terkait penyiapan menyambut percepatan ekonomi juga soal besaran potensi pendapatan, prioritas anggaran, target serta sasaran pembangunan tahun 2022 dan 2023.

“Semangat Enterprenuer Government, akan kita dorong agar pendapatan sektor non pajak meningkat, serta prioritas menekan angka kemiskinan dan pengangguran harus muncul dalam revisi RPJMD ini,” pungkasnya. (Auf/Kj)