Pembangunan Semarang Outer Ring Road Akan Dilanjutkan 2021

oleh -
Walikota Semarang Hendrar Prihadi
Walikota Semarang Hendrar Prihadi.(kj)

SEMARANG, Kontenjateng.com –  Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) akan dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang.

Proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) sendiri menjadi salah satu proyek yang belum terealisasi dimasa kepemimpinan Hendrar Prihadi selama 5 tahun terakhir ini.

Menurut Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang itu menjelaskan, selama lima tahun ke depan ditargetkan dua trase atau tahap bsia terselesaikan.

“Ada beberapa trase atau tahapan yang harus diselesaikan. Tahun depan kita anggarakan, untuk trase pertama dan kedua,” katanya, kemarin.

Lebih lanjut Hendi mengungkapkan, pembangunan SORR sendiri, ada beberapa trase, yakni trase pertama Mangkang-Mijen, trase kedua Mijen – Gunungpati, trase ketiga Gunungpati – Banyumanik, dan trase ke empat Banyumanik – Pedurungan.

“Rencana anggaran pembebasan lahan untuk dua section yaitu Mangkang-Mijen dan Mijen-Gunungpati bisa selesai untuk dua trase ini,” ungkapnya.

Disisi lain untuk jembatam penghubung Srondol-Banyumanik yang rencananya akan dibangun dan telah masuk dalam Perpres juga merupakan bagian dari trase ketiga.

“Ini bagian trase ketiga, tugas pemkot menyelesaikan jalan setelah jembatan penghubung jadi,” terangnya.

Hendi berharap, DPRD Kota Semarang dapat menggedok anggaran pembebasan lahan untuk proyek SORR tersebut. Sehingga proyek yang sempat tertunda ini bisa kembali berjalan.

Sementara, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman mengaku sangat mendukung rencana Pemkot dengan mendukung anggaran yang dibutuhkan.

“Kita mendukung sejauh proyek ini memang untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Pilus begitu ia disapa menjelaskan jika pembebasan lahan sebelumnya telah dilakukan pada trase pertama. Rencananya akan kembali digelontorkan anggaran pembebasan lahan lanjutan sebesar Rp 45 miliar.

“Kendalanya ada warga yang keberatan dan minta digeser yakni di daerah Kelurahan Wonosari. Namun kalau digeser masuknya sudah wilayah Kendal,” jelasnya.(kj)