Kredit Wibawa, Hingga Agustus 2020 BPR Bank Pasar Kota Semarang Salurkan Rp 12,3 Miliar untuk 1.738 Nasabah

oleh -
Dirut Perumda BPR Bank Pasar Agus Puji K.(kj/ar)

SEMARANG, Kontenjateng.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar Kota Semarang mencatat dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2020 pihaknya telah mencairkan pinjaman Kredit Wibawa kepada 1.730 nasabah UMKM dan 8 nasabah koperasi.

“Dana yang sudah tersalur dari 1.730 nasabah UMKM itu sekitar Rp 11,7 miliar. Kemudian untuk koperasi ada 8 dana yang tersalur Rp 600 juta. Sehingga total dana yang sudah disalurkan hingga Agustus ini mencapai Rp 12,3 miliar,” kata Dirut Perumda BPR Bank Pasar Agus Puji K, Kamis (10/9/2020).

Sementara disinggung risiko rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) khususnya untuk nasabah kredit wibawa ditengah covid-19, Agus menjelaskan sejauh ini masih terkendali.

“Aturan NPL berbeda dengan bank umum, jadi aturan NPL jika mengacu pada Pemerintah Kota intinya kalau jatuh tempo dan tidak lunas itu baru jadi NPL. Sehingga ini sangat lunak, karena niat Pak Walikota program ini untuk membantu pelaku usaha UMKM. Dan sejauh ini meski di tengah pandemi masih terkendali,” ungkapnya.

Disisi lain, Agus mengungkapkan hingga akhir tahun 2020 BPR Bank Pasar Kota Semarang menargetkan penyaluran kredit wibawa dapat mencapai Rp 15 miliar.

“Saat ini sudah Rp 12,3 miliar. Harapan kami sampai akhir tahun ini bisa Rp 15 miliar untuk penyaluran kredit wibawa,” tandasnya.

Agus menjelaskan, program kredit wibawa yang dicanangkan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi tersebut salah satu tujuannya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM apalagi didalam kondisi pandemi saat ini.

“UMKM adalah dasar atau cikal bakal perekonomian. Sehingga yang dikehendaki oleh Pak Walikota agar kita selaku lembaga keuangan untuk selalu mendukung, jangan sampai UMKM terdampak lalu kemudian mati,” ungkapnya.

Pengajuan Kredit Wibawa

Untuk pengajuan kredit wibawa Agus menjelaskan, bahwa pelaku usaha dapat mengajukan melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang.

“Proses pengajuan melalui Dinas Koperasi, karena UMKM diharuskan mengantongi Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dari Dinas Koperasi untuk selanjutnya dapat diproses oleh BPR Bank Pasar,” katanya.

Selanjutnya, BPR Bank Pasar juga akan melakukan peninjauan berupa verifikasi BI Checking.

“Jika dari Dinas Koperasi sudah menyetujui, nasabah sudah mengantongi IUMK kami dari pihak bank akan melakukan verifikasi BI Checking. Jika semuanya clear bisa langsung dicairkan,” ungkapnya.

Kredit Wibawa sendiri merupakan salah satu instrumen bantuan permodalan dari Pemerintah Kota Semarang untuk UMKM, yang sudah diluncurkan sejak tahun 2017. Dimana pada masa pandemi saat ini juga menjadi salah satu instrumen untuk menjaga kestabilan ekonomi di Kota Semarang.(ar/kj)