Empat PAC Pemuda Pancasila Kota Semarang Siap Lanjutkan Gugatan ke Persidangan

oleh -
Anggota Pemuda Pancasila.(ist)

SEMARANG, Kontenjateng.com – Empat PAC Pemuda Pancasila Kota Semarang siap jika gugatan yang diajukan terhadap MPC dan MPO Kota Semarang serta MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, dilanjutkan ke sidang pemeriksaan.

Hal itu terjadi jika mediasi yang dipimpin hakim mediator tak menghasilkan kesepakatan damai sebagaimana yang terjadi dalam proses mediasi pada Kamis (10/9/2020) ini. Kesempatan mediasi tinggal sekali yang akan digelar pekan depan.

“Kami siap jika dilanjutkan ke sidang pembuktian,” kata perwakilan dari empat penggugat, Aris Soenarto, usai mediasi di PN Semarang.

Gugatan tersebut dilayangkan empat PAC Pemuda Pancasila Kota Semarang. Keempatnya yaitu PAC Pemuda Pancasila Mijen, PAC Candisari, PAC Pedurungan dan PAC Semarang Utara.

Sementara pihak tergugat dalam perkara tersebut yaitu MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang, MPO Pemuda Pancasila Kota Semarang, MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah dan Kesbangpol Kota Semarang sebagai turut tergugat.

Terkait hasil mediasi kali ini, bisa dikatakan gagal karena tak membuahkan hasil. Penggugat dari PAC Pemuda Pancasila Semarang Utara, Agus Sindhu Hartanto mengungkapkan, gagalnya mediasi dikarenakan adanya kesalahan pihak tergugat yang datang.

Tergugat yang datang yaitu ketua di masing-masing tingkatan berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang baru atau SK Kepengurusan yang dikeluarkan MPN Pemuda Pancasila pada 2020 ini.

“Seharusnya yang datang itu tergugat yang berdasarkan SK pada saat Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Pancasila Kota Semarang digelar yaitu 30 Agustus 2019. Bukan pengurus yang SK sekarang. Karena yang kami gugat itu proses Muscab,” katanya.

Karena tak ada hasil, hakim mediator kemudian memberikan satu kesempatan kepada kedua pihak (penggugat dan tergugat) untuk kembali melakukan mediasi, pekan depan. Jika tetap tak ada perdamaian, maka gugatan langsung dilanjutkan ke sidang pembuktian.

“Iya hakim mediator masih memberikan kesempatan mediasi sekali lagi. Jika tidak ada hasil lagi, maka dilanjutkan pembuktian. Dan kami siap,” tambahnya.

Bersamaan proses mediasi, massa yang terdiri ratusan anggota Pemuda Pancasila dari pihak penggugat dan tergugat hanya berkumpul di depan PN Semarang. Mereka dilarang masuk ke lingkungan pengadilan yang dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Hal itu dikarenakan adanya larangan berkerumun sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan PN Semarang. Sebagaimana Peraturan Mahkamah Agung (Perma) terkait penerapan protokol kesehatan di lingkungan pengadilan. (zc/kj)