Angka Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Semarang Kembali Berlakukan WFH

oleh -
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Satyawati.(ist)

SEMARANG, Kontenjateng.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali memberlakukan Work From Home (WFH) kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang mulai Senin, (14/9) kemarin.

Pemberlakuan WFH tersebut merujuk pada  surat edaran (SE) Nomor B/3518/061.2/IX/2020 Pemerintahan Kota Semarang.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Satyawati mengatakan kebijakan WFH diambil mengingat status penyebaran Covid-19 masih tinggi termasuk di Kota Semarang.

“Pertimbangan kebijakan WFH ini salah satunya untuk mengendalikan resiko penyebaran Covid-19 di kantor pemerintahan,” katanya, kemarin.

Lebih lanjut, Lithani menegaskan, kebijakan ini diambil bukan karena adanya klaster baru di lingkungan Pemkot Semarang.

“Harus ditekankan bahwa ini hanya sebagai langkah antisipasi berulangnya klaster atau kembali terjadinya klaster Covid-19. Jadi bukan karena ada klaster baru, kita lakukan antisipasi,” tegasnya.

Dengan kebijakan WFH ini, lanjut dia, setiap organisasi perangkat derah (OPD) hanya melakukan tugas dikantor maksimal 25 sampai 30 persen saja. Sistemnya adalah dua hari bekerja di kantor, dan satu hari bekerja dirumah.

“Nanti siapa yang WFH atau bekerja dikantor, menurut kebijakan dari kepala OPD masing-masing. Presensi juga wajib dilakukan oleh ASN yang WFH, jika tidak akan dihitung membolos,” tambahnya.

Meskipun bekerja dari rumah, lanjut Litani, bukan berarti ASN bebas tugas pekerjaan serta dilarang berpergian selama bekerja dirumah.

Selain itu ASN juga wajib menyelesaikan pekerjaan, jika dibutuhkan untuk kepentingan kedinasan pun harus segera kembali ke kantor. Sistem ini, tidak berlaku bagi pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator.

“Alat komunikasi pun harus aktif. Kalau ada yang melanggar, kepala OPD akan diminta memberikan sanksi, misalnya pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) atau yang lainnya, tentunya sesuai dengan ketentuan yang ada,” paparnya.

Terkait berapa lama diterapkan WFH ini, berlaku mulai Senin (14/9) kemarin sampai batas batas waktu yang belum ditentukan, serta akan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kota Semarang.(ar/kj)