99 Wisatawan Kota Lama Semarang Terjaring Razia Masker

oleh -
Razia Masker Semarang
Petugas saat melakukan penyisiran di Kawasan Kota Lama Semarang terkait dengan penerapan protokol kesehatan.(kj/ar)

SEMARANG, Kontenjateng.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang beserta TNI-Polri kembali menggelar razia masker, dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, Sabtu (13/9/2020) malam.

Kali ini razia yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto tersebut dipusatkan di Kawasan Kota Lama Semarang. Dalam razia tersebut, petugas berhasil mengamankan 99 orang baik pengendara maupun wisatawan Kota Lama yang tidak mengenakan masker.

Dari pantauan Kontenjateng.com saat razia, tim gugus tugas Covid-19 yang terdiri dari Satpol PP, TNI-Polri mengerahkan petugas di sejumlah titik di kawasan Kota Lama Semarang.

Selain itu, salah satu petugas juga menghimbau kepada wisatawan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di kawasan Kota Lama. Himbauan tersebut disampaikan menggunakan pengeras suara.

Terlihat juga petugas melakukan pendataan terhadap pelanggar dengan langsung memberikan hukuman atau sanksi sosial berupa push up dan menghafalkan Pancasila. KTP pelanggar juga dilakukan penyitaan guna memberikan efek jera.

Terkait hal itu, Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, razia dilakukan di kawasan Kota Lama Semarang mengingat banyak laporan masuk terkait dengan penerapan protokol kesehatan.

“Tepat ini malam minggu, suasana ramai dan kami melakukan razia protokol kesehatan. Hasilnya ada 99 orang yang melanggar protokol kesehatan yakni tidak menggunakan masker,” katanya.

Kesadaran masyarakat lanjut Fajar, hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan.

“Angka yang terjaring razia masker masih tinggi. Padahal kami lakukan razia setiap hari, juga sosialisasi penerapan protokol kesehatan,” tandasnya.

Melihat kondisi kawasan Kota Lama Semarang yang dipenuhi oleh wisatawan. Fajar mengungkapkan, ini kebijakan Pemkot Semarang yang sudah membuka tempat wisata Kota Lama.

Akantetepi, masyarakat juga harus mendukung kebijakan itu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yaitu menggunakan masker.

“Ini kebaikan dari Pak Wali yang sudah memberikan kelonggaran kawasan Kota Lama dibuka. Tapi masyarakat juga harus mendukung kebijakan ini dengan menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Disisi lain, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang untuk memperketat protokol kesehatan di kawasan Kota Lama.

“Dalam waktu dekat kami akan koordinasi dengan disbudpar. Karena yang dikhawatirkan ini bisa menjadi klaster baru,” tambah fajar. (ar/kj)