145 Orang Terjaring Razia Masker, Kesadaran Protokol Kesehatan Semakin Menurun

oleh -
Salah seorang pelanggar protokol kesehatan dihukum Push up oleh petugas Satpol PP Kota Semarang, Rabu (9/9/2020).(ar/kj)

SEMARANG, Kontenjateng.com – Sebanyak 145 warga terjaring razia masker yang digelar oleh tim gabungan Satgas Covid-19 Kota Semarang, di kawasan Kemijen, Semarang Timur, Rabu (9/9/2020).

Razia yang dipimpin oleh Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto tersebut merupakan razia ke 7 dalam rangka mencegah penularan covid-19, sekaligus sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

Sementara dalam pantaua di lapangan, pengendara baik sepeda motor maupun mobil yang kedapatan tidak mengenakan masker langsung diberhentikan oleh petugas untuk dilakukan pendataan.

Pemberian sanksi untuk pelanggar pun langsung diberikan seperti menyapu jalan, push up hingga penyitaan identitas diri berupa KTP.

Terkait hal itu, Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat prihatin. Hal ini mengingat, jumlah jumlah pelanggar protokol kesehatan bukannya meningkat tapi justru menurun.

“Sanat prihatin, hari ini 145 warga yang terjaring razia. Kesadaran warga semakin hari tidak meningkat malah justru menurun,” katanya.

Padahal lanjut Fajar, manfaat dari mengenakan masker dalam kondisi pandemi saat ini sangat bermanfaat baik untuk diri sendiri, keluarga maupun orang disekitarnya.

“Jangan pernah menyepelekan virus. Dengan menggunakan masker kita bisa terhindar dari virus. Tapi malah justru warga terkesan sudah menggap virus corona selesai,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau bagi warga khususnya Kota Semarang untuk selalu mengenakan masker disetiap aktifitas dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan dan mencegah paparan Covid-19.

“Jangan pernah berfikiran mengenakan masker karena takut kena razia, tapi kesadaran untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” ungkapnya.

Fajar juga menegaskan, dalam Perwal 57 Kota Semarang tidak memberikan sanksi material seperti halnya daerah lain. Hal ini karena Pemkot Semarang tidak ingin membebani warga.

“Maka kami mohon kepada warga untuk bergerak bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan salah satunya selalu mengenakan masker,” tambahn Fajar.(ar/kj)